Kamis, 01 September 2016

PERMAINAN PEMANGGIL HANTU

Apa kalian tahu bahwa hantu atau arwah dapat di panggil ? ada beberapa permainan yang diyakini dapat memanggil arwah, untuk ditanyakan. Seperti contohnya Jelangkung di Indonesia. Apakah kamu mengetahuinya ? jika belum mari kita bahas sama-sama langsung aja kita 



Check It Out !!


1. Kokkuri




Jika di Indonesia ada permainan semacam Jelangkung yang menggunakan boneka dari jerami dan batok kelapa untuk memanggil hantu, orang Jepang punya cara lain. Cara tersebut dinamakan Kokkuri atau Kokkuri-san.  Hampir sama dengan papan Ouija yang dipercaya masyarakat Eropa dan China, Kokkuri juga menggunakan papan yang bertuliskan huruf-huruf serta koin 10 Yen. Permainan ini sangat populer dilakukan oleh remaja Jepang. Mereka mengundang makhluk halus untuk bertanya mengenai masa depan. Permainan ini dilakukan oleh dua orang atau lebih. Mereka bersama-sama meletakkan jarinya di atas koin 10 Yen tersebut, kemudian mulai bertanya apakah Kokkuri-san sudah hadir. Jika koin bergerak ke huruf "Ya," mereka bisa mulai bertanya

Jika di Indonesia ada permainan semacam Jelangkung yang menggunakan boneka jerami dan batok kelapa untuk memanggil arwah, Jepang punya cara lain. Mereka menyebutnya Kokkuri atau Kokkuri-san. Hampir sama dengan papan Oujia yang dipercaya masyarakat Eropa dan China. Kokkuri juga menggunakan papan yang bertuliskan huruf dan koin 10 yen. Permainan ini sangat populer di kalangan remaja Jepang. Mereka mengundang makhluk halus untuk bertanya mengenai masa depan


2. Jalangkung



Jailangkung adalah sebuah permainan tradisional Nusantara yang bersifat ritual supernatural. Permainan ini bersifat supernatural, umumnya dilakukan sebagai ritual untuk memanggil entitas supernatural. Media yang digunakan untuk menampung makhluk halus atau entitas supernatural yang dipanggil dalam permainan Jailangkung adalah sebuah gayung air yang umumnya terbuat dari tempurung kelapa yang didandani pakaian dan bergagang batang kayu.

Bahan:
Pencil/pulpen
Anak Kunci yang belubang ujungnya
batang kayu
gayung air ( terbuat dari batok kelapa )
kain putih
kertas

cara bermain :
buat boneka sebagai media, lalu ikatkan pensil / pena di batang bawah si boneka, dan letakkan kertas putih di depannya. Nyanyikan mantra ini berulang-ulang: "Jelangkung, jelangkung, di sini ada pesta kecil-kecilan, datang tak dijemput, pulang tak diantar", jika jalangkung sudah bergerak sendiri anda dapat bertanya apapun maka jalangkung akan menuliskan jawaban di atas kertas

3. Bloody mary







Pada cerita rakyat Barat, Bloody Mary adalah setan atau penyihir yang dikatakan akan muncul di kaca ketika namanya dipanggil tiga kali (atau lebih, bergantung versi cerita), sering digunakan sebagai bagian dari permainan. Cerita yang sangat mirip lainnya dengan nama yang sama adalah Mary Worth, Mary Worthington, Hell Mary, dan Black Agnes.

Bloody Mary adalah legenda Amerika, yaitu seorang wanita, Mary Whirnington yang dikabarkan meninggal di depan cermin. Arwah Mary, terperangkap di dalam cermin sehingga ia tidak bisa keluar kecuali ada seseorang yang membuka jalannya dan karena terlalu lama terperangkap di dalam cermin, jiwanya menjadi marah, hampa dan bisa melakukan hal-hal yang di luar batas kemanusiaan. 

Bahan:
Cermin (ditaruh di kamar mandi)

Cara Bermain :
Bloody Mary dapat dipanggil dengan cara mengatakan Bloody Mary 3 kali di depan cermin kamar mandi dengan lampu yang mati. dan kemudian Bloody Mary akan muncul. Mary akan mengambil mata orang yang memanggilnya. Anak-anak di seluruh penjuru Amerika sering memainkannya dan kena atau tidaknya masih menjadi misteri.

4. Daruma-san ga koronda



Darumasan ga koronda (だるまさんがころんだ?) adalah permainan rakyat Jepang yang dimainkan oleh tiga orang pemain atau lebih. Penjaga pos yang disebut Oni) berusaha menangkap semua pemain yang tidak dalam keadaan diam ketika kalimat Daruma-san ga koronda ("Boneka Daruma jatuh") selesai diucapkan. 

Cara Bermain:
Penjaga pos adalah seorang pemain yang kalah dalam janken. Pos jaga dapat berupa batang pohon atau dinding. Permainan dimulai pemain dari garis start yang ditentukan bersama. Para pemain berteriak, "Hajime no ippo" ("Langkah pertama"), dan meloncat satu langkah ke arah yang diingini, biasanya menuju ke arah penjaga pos.

Penjaga pos menghadap ke pos jaga ketika mengucapkan Daruma-san ga koronda, dan tidak dapat melihat pemain yang mendekatinya dari belakang. Para pemain berlari atau berjalan sedikit demi sedikit mendekati penjaga pos, ketika penjaga pos sedang meneriakkan kalimat Daruma-san ga koronda. Setelah suku kata terakhir selesai diucapkan, penjaga pos berbalik ke arah pemain, dan mencari pemain yang masih bergerak. Ketika penjaga pos sedang melihat, pemain harus menghentikan semua gerakan dan diam seperti patung. Bila ada pemain yang bergerak, penjaga pos menangkap pemain tersebut dengan mengucapkan namanya.

Peserta yang sudah tertangkap harus pergi ke pos sebagai tawanan, dan menunggu hingga dibebaskan. Tawanan pertama harus bergandengan sebelah tangan dengan penjaga pos, sementara sebelah tangan lainnya memegangi tawanan kedua. Begitu seterusnya hingga semua pemain tertangkap. Pemain lainnya dapat membebaskan pemain yang tertawan dengan cara menepuk gandengan tangan pemain tersebut sambil berteriak "Kita!" ("Putus!"). Kecuali tawanan yang belum dibebaskan, semua bekas tawanan dalam "mata rantai" harus berlari menjauh dengan sekencang-kencangnya. Penjaga pos memerintahkan mereka untuk berhenti dengan mengucapkan kata "Stop!" Kepada pemain yang baru saja berhasil membebaskan tawanan, penjaga pos menanyakan jumlah langkah yang boleh dilakukannya. Berdasarkan jawaban pemain (biasanya antara 3 hingga 10 langkah), penjaga pos melangkahkan kaki lebar-lebar untuk mendekati para pemain. Pemain yang berada di dekatnya ditepuk untuk dijadikan penjaga pos yang baru. 

5. Papan oija


Berasal dari legenda urban Eropa tentang papan pemanggil arwah yang disebut ouija atau papan ouija, orang-orang Eropa dan Amerika sering menyebutnya sebagai "Spirit of The Coin" atau "Papan Semangat." Ini merupakan satu di antara sekian banyak legenda urban tentang permainan pemanggil roh atau arwah yang ada di muka bumi.

Dalam bahasa Indonesia, papan ouija dapat diartikan sebagai sebuah papan permainan yang digunakan sebagai medium untuk memanggil roh atau arwah

Bahan :
Papan Ouija
lampu redup
Koin/Uang logam/gelas kecil/lilin merah
Papan/meja/kertas

Cara bermain:
Jangan bermain di dalam rumah, karena akan berdampak pada sang penghuni rumah. Akan lebih baik jika bermain di rumah tidak berpenghuni. 

Caranya, letakkan koin tadi di atas papan yang telah diberi simbol-simbol ouija tepat di tengahnya. Lalu, letakkan sebatang lilin yang telah dinyalakan di sebelah papan. Untuk memanggil roh atau arwah agar mau masuk dan ikut ke dalam permainan, kita harus membaca sebuah mantra pemanggil.

"Spirit, spirit of the coin. Spirit, spirit of the coin. Spirit, spirit of the coin. Please come out and play with us!"Mantra tersebut dibaca sambil menempelkan jari telunjuk pada koin. Jangan lupa, gerakkan memutar secara perlahan dan sangat pelan. Mantra di atas dapat dibaca berulang-ulang sampai kedatangan roh dapat dirasakan. Biasanya ditandai dengan koin mulai terasa berat saat digerakkan


6. Devil face




Game ini berasal dari Spanyol. Bagaimana awal mulanya, tidak ada yang tahu. Namun legenda mengatakan seorang gadis bernama Safia yang senang dengan okultisme, memperkenalkan game ini kepada teman-temannya. 

Namun hati-hati, sudah banyak korban meninggal maupun cacat berjatuhan!

Peringatan: 
Sudah jatuh beberapa korban dari game ini. Yang berani mencoba, risiko ditanggung sendiri.

Bahan: 
12 lilin berwarna hitam. Kalau punya grandfather's clock di rumah lebih bagus.

Cara Bermain:
Masuk ke dalam kamar mandi yang ada cerminnya, pada saat tepat sebelum tengah malam. Matikan lampu. Nyalakan lilin hitam di depan cermin, dan berdiri menghadap cermin. Tutup mata kamu. Tepat jam 12 malam, atau saat jam tepat berdentang 12 malam, buka mata agan. kamu akan melihat wajah setan di dalam cermin.



berani coba???


3 komentar: